bamgku taman ( Ilustrasi / Google)
Malam
ini adalah kemah pertama ku di sekolah SMP, sekolah ku terletak di
perapatan jalan raya dekat pasar sangat ramai dengan bunyi klakson
kendaraan yang hilir mudik di depan gerbang sekolah. Serta ramainya
pusat perbelanjaan di dekat sekolah membuat kami sedikit takut karena
peristiwa kerusuhan Mei 1998 banyak korban yang meninggal saat mengambil
barang-barang.
Mama
dan Papa ku berpesan agar aku selalu berdoa bila nanti melakukan jurik
malam, tetap fokus dan tidak boleh berpikiran kosong, serta jangan
sampai terpisah dengan teman-teman satu group.
Satu
group terdiri dari 10 orang tim ku terdiri dari 5 teman cowok dan 5
teman cewek. Kebetulan aku mendapat tugas menjadi Ketua. Semua kelompok
di beri satu buah peta untuk mencari setiap pos dan memperhatikan setiap
lambang yang ada. Sebagai Ketua group aku yang banyak berperan dalam
menjawab pertanyaan di setiap Pos, Gara-Gara seorang teman yang sok tahu
akhirnya kami tersesat tertinggal dari teman-teman yang lain saat
mencari pos terakhir.
“ Semuanya gara-gara Lu nih Dam, kita tersesat.” Kata Rina dengan sinis
“ Maaf, tadi peta yang gue baca memang arahnya kesini.” Ucap Adam membela diri.
“ Dam, kalau nggak bisa baca peta , jangan belagu deh…”. Vina dan teman-teman yang lain mulai kesal dengan Adam.
“
Sudah, jangan saling menyalahkan lebih baik kita baca lagi petanya
untuk mencari cara kembali ke sekolah.” Ucap ku menenangkan mereka yang
saling menyalahkan.
“ Ya sudah kita jalan lurus saja siapa tahu ada orang yang bisa kita tanyain cara ke sekolah.”Kata Herdi menenangkan kami semua.
“ Orang……, Lu nggak salah sekarang jam berapa Bang. Jam 1 pagi mana ada orang pagi buta begini, setan kali yang ada.” Cibir Vina disertai tawa.
“ Husshh, Lu kalau ngomong di jaga jangan sembarangan…” Kata Herdi mengingatkan.
“ Udah, Yuk kita jalan mau nunggu sampai subuh di ujung gang begini.” Kata Adam mengajak kami semua.
****
Kami
dengan percaya diri berjalan lurus sampai akhirnya melihat sebuah taman
di sebuah perumahan, ada seorang perempuan cantik mengenakan gaun putih
sedang menyisir rambut duduk sendirian di taman.
“ Hei teman-teman, itu ada orang lagi duduk di kursi taman.” Gumam Adam
“ Bukan orang kali, masa jam segini duduk sendirian di bangku taman.” Ucap Vina yang sedikit ketakutan
“ Tapi nggak ada salahnya ditanya jalan kembali kesekolah.” Kata Herdi
“ Sebagai bentuk penyesalan, biar gue yang tanya ke perempuan itu.” Kata Adam dengan percaya diri.
“ Lu yakin Dam, Kok perasaan gue nggak enak yah.” Ucap Ku
“ Nggak ada salahnya di coba, dari pada kita nggak bisa kembali ke sekolah.” Ucap Adam menenangkan kekhawatiran ku.
****
Akhirnya
dengan perasaan takut disertai cemas, Adam berjalan menuju perempuan
yang duduk di taman itu, menanyakan arah ke sekolah kami. Sekitar 5
menit kemudian Adam kembali dan memberi tahu arah ke sekolah berdasarkan
petunjuk perempuan itu.
“ Gimana Dam, Lu di kasih tahu arah ke sekolah ?” Tanya Ridho
“
Ya, Dia bilang kita lurus saja nanti pas ketemu gang pertama belok
kanan, kita langsung keluar komplek perumahan ini, Dia bilang jam segini
biasanya banyak tukang sayur yang mau ke pasar, kita bisa minta tolong
mereka untuk diantar ke sekolah.” Ucap Adam dengan mimik muka serius.
“ Terus Dam, Dia bilang apa lagi..? Tanya Herdi penasaran
“ Kalau kita sudah berjalan kedepan jangan pernah tengok kebelakang…” Kata Adam dengan sedikit takut.
“ Ya sudah, Bismillah kita jalan saja waalalu alam siapa tahu petunjuk yang dikasih tahu benar.” Ucap Ku menenangkan semua.
****
Kami
dengan perasaan takut mengikuti petunjuk yang di berikan perempuan di
taman tadi termasuk tidak melaihat kebelakang, kami benar-benar keluar
dari komplek perumahan itu serta bertemu beberapa tukang sayur yang mau
berangkat kepasar, para tukang sayur binggung melihat kami keluar dari
gang yang ternyata hanya diketahui oleh orang kampung untuk keluar masuk
komplek perumahan itu, untuk orang yang belum pernah keperumahan itu
pasti tidak akan tahu gang itu.
“ Adik-Adik dari mana ? Kok bisa kelur dari gang tadi ? Tanya seorang tukang sayur.
“ Kami tersesat pak, ingin kembali kesekolah tapi tidak tahu jalannya.” Jawab Vina dengan mimik muka masih terkejut.
“ Terus dari mana kalian tahu gang tadi ? padahal kalian belum pernah kesini…”Tanya tukang sayur lagi.
“ Kami tadi diberi petunjuk jalan ini oleh seorang perempuan di taman.” Jawab Herdi dengan sedikit binggung.
“ Perempuan…? Jam 1 pagi mana mungkin, adik-adik bercanda nih…” Kata tukang sayur lagi.
“ Beneran Pak, kita dikasih tahu jalan ini dari seorang perempuan di taman…” Ucap Adam lagi.
“
Ya sudah, tudak usah dibahas biar bapak antar kalian kesekolah sekalian
kami memang mau ke pasar.” Ucap Tukang sayur dengan senyum
“ Terima kasih ..Pak” Ucap kami serempak
****
Setelah
sekitar 10 menit berjalan kaki, kami akhirnya sampai kesekolah tepat
pukul 2 pagi, Dimana semua sudah menunggu dengan cemas karena takut kami
benar-benar hilang atau malah di culik oleh orang tidak dikenal.
Kami semua mengucap “ Alhamdulillah..” dan saling berpelukan.. sambil saling bertatapan saling bertanya..“ Siapa ya perempuan di taman yang tadi menolong kita…?”
______ Selesai_____
Cerita nyata pengalaman saat SMP Medio Juli 1998.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar